Di awal kepengurusan, saya pertama kali menjembatani DPP KNPI bertemu dan berdialog Menteri Kehutanan, MS. Kaban. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja kantor menteri, berisi paparan Ketua Bidang Kehutanan tentang arah dan materi kerjasama untuk pengelolaan hutan dan peran pemuda secara produktif dan pro-aktif. Bersama Ketua DPP KNPI, Bung Dadung dan personil terkait, KNPI menawarkan agenda kerjasama dengan Departemen Kehutanan. Hingga akhirnya, MOU pun dibuat. Sejumlah program mulai digelar.

Hingga puncaknya, secara formal, Menteri Kehutanan menyatakan kesediaannya hadir dalam acara yang digelar oleh DPP KNPI dengan tuan rumah DPD KNPI NTB, Bung Winengan. Agenda yang diisi dengan aksi penanaman pohon di berbagai titik strategis di NTB menjadi wujud nyata komitmen dan kerjasama yang telah dicanangkan dengan MOU antara Menteri Kehutanan dan Ketua Umum DPP KNPI, Bung Hasanuddin Yusuf jauh-jauh sebelumnya.

Entah apa yang terjadi, sekitar 3 hari jelang pelaksanaan acara, sepucuk surat resmi DPP KNPI yang ditandatangani oleh Bung Hasanuddin Yusuf dan Bung Boston yang berisi pernyataan dan himbauan bahwa agenda di NTB bukan agenda DPP KNPI, beredar di seluruh DPD provinsi se-Indonesia. Itu artinya, DPD Provinsi lain dan OKP nasional tak perlu hadir. Ada apa ? Saya tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Karena tidak pernah ada rapat membahas hal tersebut dan tidak pernah ada pembicaraan atau instruksi apapun. Keadaan tersebut yang jelas amat meresahkan KNPI di daerah, terutama KNPI NTB yang telah menyiapkan segala sesuatunya. Bahkan, Menteri bersama pemerintah daerah dan sejumlah pimpinan OKP Nasional pun sudah menyatakan hadir.

Sebagai Sekjend DPP KNPI, saya tentu terus dihadapkan pada dilemma, sekaligus kebingungan akan langkah Ketua Umum DPP KNPI. Akhirnya, setelah menimbang dengan matang, demi kebaikan lembaga dan demi kerjasama yang baik antar berbagai pihak, terutama menghormati kehadiran para pimpinan OKP nasional dan DPD yang menyatakan positif hadir, saya tetap hadir dan datang secara resmi sebagai DPP KNPI. Dalam sambutan itu, saya menyatakan permohonan maaf atas sikap DPP KNPI, dan mendukung sepenuhnya gerakan dan kepeloporan pemuda untuk terus berkarya untuk selamatkan bumi dan lingkungan bagi keberlangsungan generasi bangsa.

Saya terus berada berusaha menyelamatkan nama baik dan arah perjalanan DPP KNPI di tengah dilemma dan arah yang sering melenceng karena tak jelas dan tanpa keterbukaan secara keorganisasian dan kepemimpinan. Terlebih, kasus pembatalan dan sekaligus ‘penggembosan’ agar DPD se Indonesia tidak hadir dan secara harus mengajak memboikot acara merupakan hal yang tak terpuji atas dalih apapun. Karena niat baik semua pihak, terutama DPD KNPI NTB yang dengan serius menyiapkan acara, agenda berjalan sukses, dihadiri Menteri, DPD KNPI Bali, dan sejumlah pimpinan OKP nasional yang lumayan lengkap. Pencanangan gerakan Indonesia menanam pun dihembuskan dari NTB dan diharapkan dapat terus menggema di seantero negeri yang digerakkan oleh pemuda Indonesia.


<< Kembali ke Daftar Buku